Manfaat Zat Besi dalam Tumbuh Kembang Anak
Manfaat zat besi untuk anak sangat penting untuk tumbuh kembangnya, terutama dalam kecerdasan dan kemampuan fisiknya. Sayuran hijau jadi salah satu sumber utama zat besi untuk anak.
Ada banyak manfaat zat besi untuk anak. Tak hanya mencegah anemia, tapi juga untuk tumbuh kembang optimal. Kabar baiknya, Ibu bisa memenuhi kebutuhan zat besi anak lewat makanan sehari-hari!
Kenapa Zat Besi Penting untuk Anak?
Zat besi adalah salah satu mineral penting karena jadi salah satu bahan baku pembentuk sel darah merah. Manfaat zat besi untuk anak juga berguna untuk perkembangan otak dan sistem imun si Kecil.
Tanpa zat besi yang cukup, anemia pada anak pun jadi lebih berisiko. Saat mengalami anemia, oksigen yang mengalir di darah pun berkurang.
Alhasil, kemampuan si Kecil untuk fokus jadi menurun dan ini memengaruhi kemampuan belajar, yang bisa berdampak pada kecerdasannya.
Baca Juga: 9 Nutrisi Penting untuk Perkembangan Otak Anak
Tanda Anak Mulai Kekurangan Zat Besi
Ciri-ciri anak yang kekurangan zat besi dapat dilihat dari aktivitas dan perilakunya sehari-hari. Namun, karena terkadang gejalanya mirip, Ibu jadi tidak begitu menyadarinya:
1. Tanda Fisik yang Sering Terlihat
Ciri anak yang kekurangan zat besi dan mulai mengalami anemia bisa dilihat dari beberapa tanda fisik, seperti:
- Pucat
- Mudah lelah
- Berat badan anak sulit naik
- Kulit atau mata kekuningan jika anemia berat
- Napas cepat
- Jantung berdebar cepat
2. Tanda Perilaku dan Konsentrasi yang Sering Tidak Disadari
Anak yang kekurangan zat besi dalam jangka panjang bisa mulai menunjukkan perubahan perilaku, seperti:
- Anak rewel terus-menerus
- Sulit fokus dan berkonsentrasi
- Tidak tertarik bermain
- Susah tidur
- Nafsu makan menurun
Manfaat Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak
Ada banyak manfaat zat besi untuk anak, terutama dalam tumbuh kembangnya, seperti pembentukan sel otot, perkembangan otak, dan sistem imun.
1. Mendukung Fungsi Otak dan Konsentrasi Belajar
Hampir semua organ tubuh membutuhkan oksigen agar dapat bekerja dengan baik. Oksigen ini dibawa oleh sel darah merah. Nah, zat besi berperan membentuk sel darah merah.
Tanpa sel darah merah yang cukup, darah yang kaya oksigen menuju otak juga berkurang. Akibatnya, si Kecil pun jadi lebih sulit berkonsentrasi.
Penelitian dalam jurnal Pediatrics (2022) menyebutkan anak yang kekurangan zat besi memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah ketika ia dewasa dibandingkan dengan anak cukup zat besi.
2. Membantu Energi dan Aktivitas Harian Anak
Manfaat zat besi untuk anak selanjutnya adalah membantunya memiliki energi untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari.
Agar dapat membentuk energi, tubuh membutuhkan oksigen. Dengan memenuhi kebutuhan zat besi, tubuh memiliki sel darah merah yang cukup untuk mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh secara optimal.
Alhasil, tubuh si Kecil dapat memproduksi energi dan ia tidak mudah lelah
3. Menunjang Pertumbuhan Fisik dan Motorik
Zat besi punya manfaat besar dalam pembentukan sel-sel otot anak. Otot inilah yang nantinya akan membantu pertumbuhan fisik serta motorik kasar dan halus.
Penelitian dalam World Nutrition Journal (2021) menyebutkan, salah satu dampak kekurangan zat besi pada anak adalah masalah perkembangan kognitif permanen.
Maka itu, Ibu perlu memenuhi kebutuhan zat besi anak lewat makanan, susu, ataupun suplemen sesuai arahan dokter, ya.
4. Mendukung Daya Tahan Tubuh Anak
Manfaat zat besi untuk anak selanjutnya adalah membantu menjaga daya tahan tubuh anak.
Ada sebuah penelitian dalam jurnal Blood Reviews (2021) yang menyebutkan kekurangan zat besi pada masa awal akan memengaruhi sistem imun anak sampai nanti si Kecil tumbuh dewasa.
5. Mencegah Anemia dan Risiko Stunting
Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum anemia pada anak. Nah, kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan anemia, tapi juga berisiko menyebabkan stunting.
Hal ini dibuktikan dari penelitian di jurnal Children (2024) yang menemukan bahwa ada hubungan antara anemia pada anak dengan kasus stunting di Indonesia.
Jadi, tidak semata-mata mencegah anemia, manfaat zat besi untuk anak juga sekaligus mencegah stunting ya, Bu.
Baca Juga: Tabel Tinggi Badan Anak 1-5 Tahun Ideal Menurut WHO
Apakah Semua Anak Berisiko Kekurangan Zat Besi?
Zat besi paling baik didapatkan dari sumber makanan dibanding suplemen. Artinya, jika si Kecil tidak pilih-pilih makanan dan Ibu bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik, risiko kekurangan zat besi pun menurun.
Anak-anak yang berisiko kekurangan zat besi umumnya:
- Pilih-pilih makanan (picky eater)
- Tidak cukup makan makanan mengandung zat besi
- Jarang makan protein hewani
- Kelebihan berat berat badan atau obesitas
- Mengalami infeksi kronis
- Minum susu formula yang tidak difortifikasi zat besi terlalu banyak
Cara Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Anak Sehari-hari
Kebutuhan zat besi anak beda-beda tergantung usianya. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Kemenkes RI, anak 1 tahun ke atas membutuhkan sekitar 7-10 mg zat besi per harinya.
Ibu bisa memenuhi dan mengoptimalkan kebutuhannya lewat beberapa cara berikut:
1. Sumber Zat Besi dari Makanan Hewani dan Nabati
Agar manfaat zat besi untuk anak bisa didapat optimal, Ibu bisa mencapainya lewat pemberian makanan yang kaya zat besi, baik dari sumber nabati ataupun hewani.
Namun, zat besi yang berasal dari produk hewani (heme) lebih mudah diserap tubuh. Di antaranya daging merah, ikan, makanan laut, ayam, dan telur.
Sementara, sumber zat besi dari produk nabati (non-heme), memang penyerapannya tidak semudah produk hewani. Namun, si Kecil tetap butuh untuk variasi makanan, ya, Bu. Seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sereal.
2. Berikan Makanan Tinggi Vitamin C
Bukan cuma sumber zat besi, Ibu juga perlu memberikan makanan yang tinggi vitamin C. Ini karena manfaat vitamin C yang bisa membantu penyerapan zat besi dengan lebih baik.
Sangat baik jika Ibu memberikan makanan tinggi vitamin C dengan sumber zat besi yang berasal dari produk nabati agar penyerapannya maksimal.
Ibu bisa memberikan buah jeruk, brokoli, pepaya, tomat, dan buah beri sebagai sumber vitamin C.
Baca Juga: 11 Buah yang Mengandung Zat Besi untuk Anak
3. Berikan Susu Terfortifikasi Zat Besi
Dalam beberapa kasus, pemberian susu untuk anak memang tidak dapat dihindari. Untuk mencegah anak mengalami kekurangan zat besi akibat minum susu berlebihan, kuncinya ada di pilihan susu.
Pastikan Ibu memilih susu yang sudah dilengkapi dengan zat besi untuk memenuhi kebutuhan si Kecil.
Salah satu yang dapat Ibu pilih adalah Bebelac 1 NutriGreat+. Selain zat besi, Bebelac juga diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Kekurangan zat besi memang dapat menyebabkan anak mengalami anemia, yang berisiko menyebabkan gangguan tumbuh kembangnya.
Meski demikian, Ibu tidak perlu langsung khawatir, sebab, ada banyak kondisi ringan dan tidak berbahaya yang gejalanya bisa menyerupai gejala anemia pada anak.
Periksakan si Kecil ke dokter jika ia terus rewel dan sulit makan untuk memastikan zat besinya terpenuhi. Selain itu, jika berat badan anak tidak bertambah sesuai grafik pertumbuhan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.
Itu dia berbagai manfaat zat besi untuk anak yang penting bagi kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Ibu bisa bergabung sebagai member Bebeclub untuk mengakses ratusan artikel parenting dan gizi anak yang lengkap serta terverifikasi ahli. Sebagai member, Ibu juga mendapatkan fitur eksklusif pemantauan kesehatan pencernaan dan kesempatan meraih hadiah dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis sekarang!

